Maandag 29 September 2014

Kamu ituuuuu......

Baca ini dari waktu yang telah kita jamah~

"Kamu ituuuuuuu lebih dari yang kamu tau, walau itu jasad kamu".

Bukan dari kamu saat nggak bisa ngertiin aku saat aku menjadi emosi di langkah aku.
Karena untukku kamu terlalu lembut untuk aku.

Peluk kamuuuuuu......

Kamu ituuuuuuu terlalu sabar sayang, ceroboh itu aku.
Karena sejenak detik itu sayang, detik yang selalu bangkitkan masa-masa kita tersenyum, memeluk, menangis, dan merasa kalau ini adalah 'Kisah'.

Mungkin belum semua emosi langit kita jamah.
Tapi asal tetap bersamamu aku sanggup :))

Awal yang ragu saat kamu ga pernah berikan kata untuk setiap darah yang aku cecerkan untukmu.

Aku kira aku hanyalah korban dari setiap yang merasuk dalam jiwa.

Tapi harusnya sejak awal aku tau aku adalah ceroboh, karena ini memang cara istimewamu.

Karena kamu ga pernah biarkan lidah melahirkan abjad yang indah kecuali kecupan termanis yang merajut percaya di pijakanku.

'Kamu memang untuk aku' (menurutku)....

Aku adalah wanita beruntung itu.

'Ketika kau yang memang mencintaiku dan aku yang mencintaimu lebih dari takdir'. 

'Karena kebebasan langkah untukku menari berlari selalu kau taburkan tanpa komentar'.

Karena begitu besar pengertian yang engkau hamparkan, harusnya aku tau itu.

Aku lebih beruntung dari mereka yang diimingi janji.

"Karena abjad kita adalah rumusan nyata"

-Selamat malam {}~

Saterdag 27 September 2014

Untuk kamu.

Kepada : laki- laki yang sedang berusaha menaiki tangga kesuksesan.

Selamat malaaammm Gege Safetyanto Raharjo :))

Malam ini aku tidak akan menceritakan tentangmu atau tentang kita, walaupun sebenarnya tentangmu akan selalu menarik untuk aku ceritakan.

Malam ini aku hanya ingin mengucapkan Terimakasih.

Terimakasih dulu kamu telah mengizinkan aku 'bertahan' di sampingmu, bersama dengan mereka yang kamu yakin akan selalu bersedia membantumu.

Terimakasih dulu telah mengizinkan dengan ikhlas, untuk aku menjadi salah satu orang yang berdiri tegap di belakangmu.

Terimakasih atas segala keyakinanmu bahwa aku mampu berkontribusi pada setiap usaha dan kerja kerasmu.

Terimakasih, dulu kamu sudah membuat aku merasa cukup memiliki 'tempat' yang istimewa diantara mereka yang istimewa di kehidupanmu.

Tanpa perlu kamu tau kalau aku akan terus berada disana, disampingmu, bersamamu walaupun kamu sudah tidak mengizinkan aku lagi untuk tetap bertahan dan bersamamu.

Maafkan aku yang telah menjerumuskanmu ke dalam jalan itu :'(.

Aku tau jalan yang sedang kamu lewati itu sangat sulit dan butuh banyak perjuangan.

Aku yakin kalau kamu pasti bisa melewati jalan itu sampai ke garis finishnya.

Kamu harus membuang jauh-jauh semua ke khawatiran yang timbul di dada dan seharusnya kamu anggap kalau itu tidak ada.

Karena sesulit apapun jalan-mu nantinya, aku akan tetap dan akan selalu memelukmu dalam do'a tanpa perlu kamu tau {}.

Gegeee, bersabarlah dengan segala prosesnya yaa :)

Karena pada setiap lelah dan do'a yang tersisa, aku turut menitipkan cintaaa :*.

                                         -Goodnight Dear-
                                             GEAR171108

Vrydag 26 September 2014

Untuk kamu sumber bahagiaku....

UNTUK KAMU YANG MENJADI SUMBER BAHAGIAKU.....

Sebenernya aku bingung apa lagi yang akan aku tulis.
Bersajak tentang kopi sudah.
Menceritakan tentang rasa yang terus bergemuruh dalam sepi pun sudah pernah.
Lalu apalagi?

Aku sudah bilang kan aku tidak tau :(.

Tapi mengapa aku tetap ingin menulis?

Sebenarnya ini sederhana,  sekiranya " aku terlalu bodoh menjadikanmu alasan aku untuk menulis".

"Setidaknya tentangmu akan selalu menarik untuk aku tulis".

"Dengan semua keterbatasan yang kamu punya dan dengan kebodohan yang terus kupertahankan".
Kita bergumul menjadi sesuatu yang lebih dari absurd, Mungkiiinnn....

Bagaimana bisa aku merasa sangat senang karena bisa jalan bersamamu menghabiskan waktu berdua walau hanya sekali.

Bagaimana bisa kamu menjadi sumber bahagiaku?

Ahh sudahlah,  aku tidak ingin membahas betapa hukum gravitasi tidak memiliki pengaruh jika yang ada di pikiran aku adalah kamu.
Dengan anehnya setelah aku 'terjatuh' yang kurasa bukan sakit karena menumbuk tanah di bawah, tetapi justru merasa melayang ke nirwana sana.

Kepada kamu sumber bahagiaku....

Aku tau bukanlah aku yang menjadi sumber bahagiamu.
Mungkin sudah ada dia dan mereka yang masuk di kehidupanmu yang sekarang dan berperan penting sebagai pelengkap sekaligus sebagai tim penggembiramu.

Mungkin aku bukan siapa siapa diantara mereka yang istimewadi kehidupanmu sekarang.
Tetapi melihatmu tertawa bersama mereka pun sudah cukup membuatku bahagia.
Ini memang terdengar klasik dan cenderung tak asik.
Tapiii biarkanlahh.

Teruskanlah......

Jangan lupa sesekali menoleh lagi ke arahku, untuk melepaskan sedikit senyum manismu.

Jangan lupa sesekali berhenti lagi disini, untuk mengajakku berbincang tentang apapun.

Sempatkan tertawa, pastikan kamu akan tetap dan selalu bahagia.
Karena dengan begitu aku bisa merasa lega.

Kepada kamu sumber bahagiaku.....

Berbahagialah!

Agar aku tetap bahagia :))

                                                  "GEAR"

Sondag 21 September 2014

Ini pilihan....

Belajar menjadi dewasa itu satu paket dengan belajar membuat keputusan atas beberapa pilihan.
Sebagai seseorang yang sedang belajar untuk menjadi sosok yang lebih dewasa, aku juga melakukan hal yang samaaaaa....
Belajar untuk memilih.

Memilih apa yang harus di prioritaskan terlebih dahulu agar kelak semua menjadi lebih mudah.
Memilih harus berjalan ke arah mana terlebih dahulu agar bisa sampai lebih cepat ke tempat yang dituju.
Memilih untuk melandaskan segala hal atas ke Ridoan-Nya agar tidak ada satu pun hal yang sia-sia.

Soal memilih bukanlah perkara main-main  menurutku. Karena ketika aku memilihmu untuk suatu saat bisa bersama-sama berjalan ke arah Ridho-Nya, aku rasa aku sudah memilih hal yang paling baik diantara banyak pilihan baik lainnya.
Memilih memasukkan nama-mu dalam tiap do'aku bukanlah pilihan yang tak berdasar.

Mereka bilang, untuk memilih yang terbaik aku harus mengikuti kata hatiku yang paling dalam, dan hatiku bilang itu kamu.
Mereka bilang pilihlah yang akan membawa-mu lebih dekat kepada Tuhan dan lagi-lagi menurutku itu kamu.
Maka setiap sepertiga malam datang aku bisikkan Pada-Nya aku telah mantap memilih.
Memilih kamu yang terbaik untuk saat ini :).

Tapiii...
Sebagai manusia yang merupakan sumber dari segala kelalaian aku sangat menyayangkan betapa kedewasaan akan memutuskan suatu pilihan tidak selalu berjalan beriringan dengan kedewasaan untuk mengikhlaskan. Ada beberapa hal yang pastinya tidak dapat berjalan sesuai dengan keinginan.
Aku lupa akan hal ituuuu....

Kalau menurutku kamu adalah pilihan yang terbaik, belum tentu Tuhan kita beranggapan sama.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak. mengetahui ( QS 2 : 216).

Benar bangeeeeeetttt, Tuhan kita Maha mengetahui. Sedangkan kita tidak mengetahui apapun selain apa-apa yang hati kita inginkan.

Diluar tentang aku yang sudah memilihmu, bagaimana kalau ternyata kamu bukan yang terbaik.
Atau jangan-jangan..... aku yang tidak cukup baik.
Berarti do'aku nantinya akan sia-sia.
Berarti nantinya langit akan memantulkan lagi do'a-do'a yang sebelumnya terjebak di dalam sana.

Aaahhh sudahlah. Aku bilang aku ingin belajar menjadi dewasa bukan?:p

Entah apakah pilihanku ini memang bukan yang terbaik.  Atau cara ku dalam memilih belum cukup baik untuk benar-benar dianggap layak Oleh-Nya dalam menerima hal baik.  Tapi yang aku tau pasti,  Tuhan akan menyatukan orang-orang yang memang pantas untuk bersatu.

Kamu tau akan hal itu kan?

Jadiiiii......
Bagaimana kalau kita buat saja satu kesepakatan.

Mulai sekarang kita perbaiki diri dan saling memantaskan. Agar dia yakin bahwa kita layak untuk di persatukan    

Heeemmmm kamu setuju kah??