Baca ini dari waktu yang telah kita jamah~
"Kamu ituuuuuuu lebih dari yang kamu tau, walau itu jasad kamu".
Bukan dari kamu saat nggak bisa ngertiin aku saat aku menjadi emosi di langkah aku.
Karena untukku kamu terlalu lembut untuk aku.
Peluk kamuuuuuu......
Kamu ituuuuuuu terlalu sabar sayang, ceroboh itu aku.
Karena sejenak detik itu sayang, detik yang selalu bangkitkan masa-masa kita tersenyum, memeluk, menangis, dan merasa kalau ini adalah 'Kisah'.
Mungkin belum semua emosi langit kita jamah.
Tapi asal tetap bersamamu aku sanggup :))
Awal yang ragu saat kamu ga pernah berikan kata untuk setiap darah yang aku cecerkan untukmu.
Aku kira aku hanyalah korban dari setiap yang merasuk dalam jiwa.
Tapi harusnya sejak awal aku tau aku adalah ceroboh, karena ini memang cara istimewamu.
Karena kamu ga pernah biarkan lidah melahirkan abjad yang indah kecuali kecupan termanis yang merajut percaya di pijakanku.
'Kamu memang untuk aku' (menurutku)....
Aku adalah wanita beruntung itu.
'Ketika kau yang memang mencintaiku dan aku yang mencintaimu lebih dari takdir'.
'Karena kebebasan langkah untukku menari berlari selalu kau taburkan tanpa komentar'.
Karena begitu besar pengertian yang engkau hamparkan, harusnya aku tau itu.
Aku lebih beruntung dari mereka yang diimingi janji.
"Karena abjad kita adalah rumusan nyata"
-Selamat malam {}~
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking