Belajar menjadi dewasa itu satu paket dengan belajar membuat keputusan atas beberapa pilihan.
Sebagai seseorang yang sedang belajar untuk menjadi sosok yang lebih dewasa, aku juga melakukan hal yang samaaaaa....
Belajar untuk memilih.
Memilih apa yang harus di prioritaskan terlebih dahulu agar kelak semua menjadi lebih mudah.
Memilih harus berjalan ke arah mana terlebih dahulu agar bisa sampai lebih cepat ke tempat yang dituju.
Memilih untuk melandaskan segala hal atas ke Ridoan-Nya agar tidak ada satu pun hal yang sia-sia.
Soal memilih bukanlah perkara main-main menurutku. Karena ketika aku memilihmu untuk suatu saat bisa bersama-sama berjalan ke arah Ridho-Nya, aku rasa aku sudah memilih hal yang paling baik diantara banyak pilihan baik lainnya.
Memilih memasukkan nama-mu dalam tiap do'aku bukanlah pilihan yang tak berdasar.
Mereka bilang, untuk memilih yang terbaik aku harus mengikuti kata hatiku yang paling dalam, dan hatiku bilang itu kamu.
Mereka bilang pilihlah yang akan membawa-mu lebih dekat kepada Tuhan dan lagi-lagi menurutku itu kamu.
Maka setiap sepertiga malam datang aku bisikkan Pada-Nya aku telah mantap memilih.
Memilih kamu yang terbaik untuk saat ini :).
Tapiii...
Sebagai manusia yang merupakan sumber dari segala kelalaian aku sangat menyayangkan betapa kedewasaan akan memutuskan suatu pilihan tidak selalu berjalan beriringan dengan kedewasaan untuk mengikhlaskan. Ada beberapa hal yang pastinya tidak dapat berjalan sesuai dengan keinginan.
Aku lupa akan hal ituuuu....
Kalau menurutku kamu adalah pilihan yang terbaik, belum tentu Tuhan kita beranggapan sama.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak. mengetahui ( QS 2 : 216).
Benar bangeeeeeetttt, Tuhan kita Maha mengetahui. Sedangkan kita tidak mengetahui apapun selain apa-apa yang hati kita inginkan.
Diluar tentang aku yang sudah memilihmu, bagaimana kalau ternyata kamu bukan yang terbaik.
Atau jangan-jangan..... aku yang tidak cukup baik.
Berarti do'aku nantinya akan sia-sia.
Berarti nantinya langit akan memantulkan lagi do'a-do'a yang sebelumnya terjebak di dalam sana.
Aaahhh sudahlah. Aku bilang aku ingin belajar menjadi dewasa bukan?:p
Entah apakah pilihanku ini memang bukan yang terbaik. Atau cara ku dalam memilih belum cukup baik untuk benar-benar dianggap layak Oleh-Nya dalam menerima hal baik. Tapi yang aku tau pasti, Tuhan akan menyatukan orang-orang yang memang pantas untuk bersatu.
Kamu tau akan hal itu kan?
Jadiiiii......
Bagaimana kalau kita buat saja satu kesepakatan.
Mulai sekarang kita perbaiki diri dan saling memantaskan. Agar dia yakin bahwa kita layak untuk di persatukan
Heeemmmm kamu setuju kah??
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking